STABAT — Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Langkat mendapat sambutan hangat saat bersilaturahmi ke pendopo Bupati Langkat. Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Lounge VIP Kantor Bupati Langkat itu, Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga adat.
Tuanku Ariefanda Abdul Djalil Rahmatshah Al Hajj yang memimpin rombongan Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Langkat menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi kunci agar nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Pemkab Langkat Tak Bisa Jalan Sendiri
Tiorita mengakui bahwa pembangunan Kabupaten Langkat membutuhkan dukungan semua pihak, tidak hanya pemerintah. Ia menyebut masukan dan kritik yang konstruktif dari lembaga adat sangat diperlukan untuk perbaikan kinerja pemerintah daerah.
"Kami menyadari bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat tidak bisa berjalan sendiri. Dengan adanya sinergitas bersama Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Langkat, kita dapat bersama-sama membangun Langkat yang lebih maju, berbudaya, dan sejahtera," kata Tiorita dalam keterangan yang diterima di Stabat.
Dia juga menegaskan siap menerima teguran apabila terdapat kekurangan dalam menjalankan amanah sebagai pelaksana tugas bupati. "Jika ada kekurangan dari saya dalam menjalankan amanah ini, saya mohon untuk ditegur, diberikan saran dan kritik dengan cara yang baik," ujarnya.
Halua dan Tari Hinai Jadi Warisan Budaya yang Harus Dijaga
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat Legimin Pramono menyoroti kekayaan budaya Melayu yang menjadi kebanggaan daerah. Ia mencontohkan Halua dan Tari Hinai sebagai warisan budaya Indonesia yang lahir dan berkembang dari tradisi Melayu di Kabupaten Langkat.
"Halua dan Tari Hinai merupakan warisan budaya Indonesia yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Melayu. Pelestarian budaya ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang," jelas Legimin.
Tuanku Ariefanda menambahkan bahwa budaya Melayu merupakan warisan leluhur yang wajib diwariskan kepada generasi penerus. Sinergi antara lembaga adat dan pemerintah daerah dinilainya sangat diperlukan untuk menjaga marwah budaya Melayu sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berakar pada kearifan lokal.
Audiensi Diakhiri Komitmen Bersama
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian adat istiadat dan memperkokoh identitas budaya Melayu. Audiensi ini juga dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Langkat, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rudi Kinandung, Asisten Administrasi Umum Sutrisuanto, Kepala BPKAD M. Iskandarsyah, serta Kepala Badan Kesbangpol Faisal Badawi.
Turut mendampingi Plt Bupati Langkat dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ikhsan Aprija, Kabag Pemerintahan M. Nawawi, Kabag Kesra M. Suhaimi, dan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Legimin Pramono.