PEKANBARU – Kepolisian Daerah Riau resmi mengalami pergantian Wakil Kepala Polda. Jabatan Wakapolda Riau kini diemban oleh Hengki Haryadi, menggantikan Adrianto Jossy Kusumo yang mendapat promosi sebagai Wakapolda Kalimantan Timur.
Prosesi serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Markas Polda Riau, Rabu (14/1/2026) pagi, dipimpin langsung Kapolda Riau Herry Heryawan. Acara tersebut ditandai dengan pemindahan tanda jabatan, penyerahan tongkat komando, serta penandatanganan berita acara oleh pejabat lama dan pejabat baru.
Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sekaligus upaya pembinaan karier perwira tinggi. Menurutnya, setiap penugasan baru membawa tantangan tersendiri yang harus dijawab dengan profesionalisme dan integritas.
“Pada hari ini kita melaksanakan serah terima jabatan Wakapolda Riau dari Brigjen Jossy kepada Brigjen Hengki. Brigjen Jossy mendapatkan promosi sebagai Wakapolda Kalimantan Timur, wilayah yang semakin strategis seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ujar Kapolda.
Kapolda Riau juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Brigjen Adrianto Jossy Kusumo selama bertugas di Riau. Ia menilai Jossy telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya melalui langkah tegas terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
“Beliau dikenal luas oleh masyarakat, terutama di Kabupaten Kuantan Singingi, sebagai sosok yang konsisten dan berani dalam penindakan PETI. Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras beliau selama bertugas di Riau,” ungkap Kapolda.
Usai prosesi sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di area belakang Mapolda Riau. Aksi tersebut disebut sebagai simbol komitmen Polda Riau dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pada siang harinya, jajaran Polda Riau juga menggelar acara perpisahan sebagai bentuk penghormatan kepada Brigjen Jossy sebelum melanjutkan tugas di wilayah barunya.
Sementara itu, Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi yang kini resmi menjabat Wakapolda Riau dikenal sebagai perwira tinggi Polri dengan rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum. Lahir di Palembang pada 16 Oktober 1974, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini dikenal luas dengan julukan “pemburu preman”.
Prinsip yang kerap disampaikan Hengki dalam berbagai kesempatan adalah bahwa negara tidak boleh kalah oleh premanisme. Sepanjang kariernya, ia banyak bertugas di satuan reserse dan menangani berbagai kasus besar, terutama yang berkaitan dengan kejahatan jalanan dan kejahatan terorganisir.
Sejumlah jabatan strategis pernah diemban Hengki, antara lain Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Pusat, hingga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Di Jakarta, ia terlibat dalam penindakan premanisme, pengungkapan mafia tanah yang melibatkan oknum lembaga pertanahan, serta penanganan sejumlah kasus kriminal menonjol.
Hengki juga tercatat memimpin langsung penangkapan pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, serta terlibat dalam pengungkapan kasus narkotika berskala besar. Sebelum ditunjuk sebagai Wakapolda Riau, ia menjabat sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Dengan latar belakang dan pengalaman tersebut, Kapolda Riau berharap kehadiran Brigjen Hengki Haryadi dapat semakin memperkuat upaya Polda Riau dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum secara tegas, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Kapolda juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan serah terima jabatan sejumlah pejabat utama lainnya di lingkungan Polda Riau. Ia mengingatkan seluruh personel agar tetap solid dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami berharap seluruh jajaran tetap kompak, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkas Kapolda Riau.