Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 11,25 poin atau 0,17% ke level 6.532,66 pada perdagangan Senin pagi pukul 09.00 WIB. Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor perindustrian, barang konsumen non-siklikal, dan properti yang masih bertahan di zona hijau. Tekanan jual pagi ini melanjutkan koreksi akhir pekan lalu yang membuat IHSG turun 0,73% ke level 6.541.
JAKARTA — Bursa saham Indonesia memulai pekan dengan nada merah. Tercatat 247 saham naik, 182 saham turun, dan 268 saham stagnan pada pembukaan pagi ini.
Volume perdagangan baru mencapai 1,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp814,12 miliar. Angka itu menunjukkan aktivitas pasar masih relatif tipis di jam pertama perdagangan.
Sektor Perindustrian Pimpin Penguatan, Barang Baku Tertekan Paling Dalam
Dari 11 indeks sektoral, hanya tiga yang bertahan di zona hijau. Sektor perindustrian naik 0,27%, disusul barang konsumen non-siklikal 0,12%, dan properti 0,01%.
Delapan sektor lainnya berada di zona merah. Pelemahan terdalam dialami sektor barang baku yang turun 1,55%, sektor transportasi turun 1%, dan sektor infrastruktur turun 0,88%.
Pola ini menunjukkan investor masih menghindari aset berisiko tinggi. Sektor barang baku yang biasanya menjadi tulang punggung pasar komoditas justru menjadi penekan utama pagi ini.
AMMN dan MEDC Pimpin Gainers LQ45, MDKA dan ANTM Tertekan
Di jajaran saham LQ45, tiga emiten memimpin penguatan pagi ini. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat kenaikan paling signifikan.
Sebaliknya, tiga saham menjadi top losers LQ45. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Antam (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) mengalami penurunan paling dalam.
Komposisi gainers dan losers ini mencerminkan rotasi sektor yang tidak merata. Investor tampak selektif memilih emiten di tengah ketidakpastian global.
Lonjakan Harga Minyak Dunia Masih Bayangi Pasar
Tekanan jual pagi ini bukan tanpa sebab. Pada penutupan Jumat, 11 September 2026, IHSG sudah terkoreksi 0,73% ke level 6.541 akibat lonjakan harga minyak dunia.
Kekhawatiran investor terhadap dampak kenaikan harga minyak masih membayangi perdagangan hari ini. Level support IHSG saat ini berada di 6.448 dan 6.318, sementara resistance di 6.633 dan 6.705.
Bagi investor ritel, posisi support tersebut menjadi acuan penting untuk melihat apakah pelemahan pagi ini akan berlanjut atau berbalik arah. Perdagangan sesi pertama masih menyisakan waktu untuk melihat apakah tekanan jual mereda menjelang siang.
Data IHSG Pukul 09.00 WIB, Senin 14 September 2026
| Level | 6.532,66 (melemah 11,25 poin / 0,17%) |
| Saham naik / turun / stagnan | 247 / 182 / 268 |
| Sektor hijau | Perindustrian +0,27%, Konsumen Non-Siklikal +0,12%, Properti +0,01% |
| Sektor merah terdalam | Barang Baku −1,55%, Transportasi −1%, Infrastruktur −0,88% |
| Volume & nilai transaksi | 1,61 miliar saham, Rp814,12 miliar |
| Top gainers LQ45 | AMMN (Amman Mineral), MEDC (Medco Energi), UNTR (United Tractors) |
| Top losers LQ45 | MDKA (Merdeka Copper Gold), ANTM (Antam), NCKL (Trimegah Bangun Persada) |
| Penutupan Jumat (11/9) | 6.541 (melemah 0,73%) |
Data pergerakan pasar bersifat dinamis dan dapat berubah sepanjang sesi perdagangan. Bukan rekomendasi investasi.