Pencarian

Pemerintah Kaji Larang Desil 9-10 Beli BBM Subsidi, Hemat 10% Anggaran

Minggu, 13 September 2026 • 06:33:31 WIB
Pemerintah Kaji Larang Desil 9-10 Beli BBM Subsidi, Hemat 10% Anggaran
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pembatasan BBM bersubsidi bagi desil 9-10 dapat menghemat sekitar 10% anggaran subsidi energi.

SUMATERA UTARAMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi bisa menghemat sekitar 10% anggaran subsidi energi. Konsep yang digodok adalah melarang masyarakat yang berada di kelompok desil 9 dan 10 membeli BBM bersubsidi.

Rencana ini berlandaskan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Belum ada keputusan resmi soal kapan aturan ini mulai berlaku maupun besaran harga yang akan diterapkan.

Mengapa Wacana Ini Muncul Sekarang

Harga minyak mentah dunia kembali menembus US$100 per barel. Minyak Brent ditutup di level US$101,21 per barel pada Rabu (9/9).

Dengan tingkat harga setinggi itu, pembicaraan mengenai pembatasan konsumsi BBM bersubsidi diprediksi segera mengemuka di pelbagai forum, dari siniar sampai opini di koran.

Siapa yang Akan Terdampak

Kelompok yang masuk dalam rencana pembatasan adalah masyarakat desil 9 dan 10. Desil ini merujuk pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam klasifikasi data sosial ekonomi.

Artinya, masyarakat di luar desil tersebut masih diperkirakan bisa mengakses BBM bersubsidi. Namun, rincian teknis soal bagaimana pembatasan diterapkan di lapangan belum diumumkan.

Berapa Besar Penghematan yang Diharapkan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pembatasan ini bisa menghemat sekitar 10% anggaran subsidi energi. Angka itu bersifat perkiraan awal, bukan hasil final.

Besaran pasti penghematan bergantung pada cakupan pembatasan dan harga minyak dunia dalam beberapa bulan ke depan.

Apa yang Perlu Dicermati Masyarakat

Hingga kini belum ada jadwal resmi pencairan atau penerapan aturan ini. Pemerintah juga belum mengumumkan mekanisme pengecekan status desil bagi tiap warga.

Masyarakat disarankan menunggu pengumuman resmi dari kementerian terkait. Informasi lengkap dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah.

Waspadai pihak yang mengaku bisa mengubah status desil atau meloloskan seseorang dari pembatasan dengan imbalan uang. Data DTSEN dikelola pemerintah, bukan perorangan.

Follow okesumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insight.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks