Pencarian

Disnaker Sumut Buka Peluang Emas ke Jepang, Biaya Ditanggung Negara

Jumat, 20 Februari 2026 • 11:12:03 WIB
Disnaker Sumut Buka Peluang Emas ke Jepang, Biaya Ditanggung Negara

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus menggencarkan berbagai langkah untuk menurunkan angka pengangguran. Melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, pemerintah membuka peluang program magang kerja, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri, khususnya ke Jepang.

Kepala Disnaker Sumut, Yuliani Siregar, menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu solusi konkret dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Sumatera Utara. Program magang nasional sendiri telah berjalan sejak 2025 dan menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Di Sumut, sebanyak 2.800 peserta telah terserap bekerja di berbagai perusahaan dan rumah sakit melalui skema tersebut.

Pendaftaran magang nasional dilakukan secara daring melalui platform milik Kementerian Ketenagakerjaan di maganghub.kemenaker.go.id. Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan selama enam bulan di perusahaan yang telah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP). Seluruh biaya program ini ditanggung negara, dengan harapan peserta dapat melanjutkan karier di perusahaan tempat mereka magang.

Selain program dalam negeri, Disnaker Sumut juga memfasilitasi magang ke Jepang melalui kerja sama pemerintah Indonesia dan IM Jepang. Program ini dibuka dua kali setahun, masing-masing dengan kuota 200 orang. Seleksi mencakup tes akademik seperti matematika, kemampuan fisik, serta penguasaan bahasa Jepang. Seluruh proses seleksi dan pelatihan melalui Disnaker tidak dipungut biaya, dan setelah dinyatakan lolos di tingkat pusat, biaya selama di Jepang ditanggung perusahaan penerima.

Alternatif lainnya, masyarakat dapat mengikuti program melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Dari 40 LPK terdaftar di Sumut, hanya 11 yang berwenang mengirim peserta ke Jepang. Namun melalui jalur ini, peserta perlu menyiapkan biaya sekitar Rp42 juta untuk kebutuhan pelatihan, bahasa, dan keberangkatan.

Melihat tingginya minat masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke bawah, Disnaker Sumut mengusulkan agar tersedia dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Sumut. Skema pinjaman tersebut masih dalam tahap pembahasan agar tetap aman dan terhindar dari risiko kredit macet. Skema serupa sebelumnya telah diterapkan di Jawa Barat, Bali, dan Jawa Timur.

Data menunjukkan angka pengangguran di Sumut turun menjadi 448 ribu orang dari sebelumnya 458 ribu pada 2024. Program magang dinilai efektif karena peserta yang kembali dari Jepang setelah tiga hingga lima tahun diharapkan membawa keterampilan baru yang dapat mendorong kemandirian ekonomi daerah. Bahkan, terdapat alumni magang Jepang yang sukses mengembangkan pertanian cabai di Tapanuli Utara bersama kelompok tani setempat.

Ke depan, Disnaker akan menggandeng Dinas Pendidikan dan LPK untuk memberikan sosialisasi dan pembekalan sejak dini kepada siswa SMA dan SMK, agar mereka memiliki persiapan matang jika ingin mengikuti program magang ke Jepang.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks