MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat 69.309 pelanggan telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Medan pada Januari hingga Juni 2026. Jumlah ini berkontribusi 18 persen dari total 388.396 penumpang kereta api jarak jauh, yakni KA Sribilah (Utama dan Fakultatif) serta KA Putri Deli.
Cara Kerja dan Manfaat Face Recognition di Stasiun Medan
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa teknologi pengenalan wajah ini dirancang untuk mempercepat proses boarding dan meningkatkan kenyamanan penumpang. “Pelanggan cukup berdiri di depan mesin pemindai, mengarahkan wajah ke kamera, dan menunggu beberapa detik hingga sistem mencocokkan data. Gerbang boarding akan terbuka secara otomatis begitu data terverifikasi,” ucap Anwar, Rabu (29/7/2026).
Dengan sistem ini, penumpang tidak perlu lagi mencetak tiket fisik atau mengeluarkan kartu identitas diri. “Hal ini secara langsung meminimalkan risiko kartu identitas tertinggal atau terjatuh akibat lupa memasukkan kembali ke dalam dompet atau tas,” tambah Anwar.
Registrasi Bisa Lewat Aplikasi atau Bantuan Petugas
Untuk menggunakan fasilitas ini, masyarakat harus melakukan registrasi awal melalui aplikasi Access by KAI. Langkahnya: buka aplikasi, pilih menu Akun, klik Registrasi Face Recognition, lalu isi data diri sesuai KTP seperti NIK, nama lengkap, dan tanggal lahir, serta mengambil foto selfie sesuai petunjuk di layar ponsel.
Bagi penumpang yang kesulitan melakukan pendaftaran mandiri, petugas KAI di Stasiun Medan siap memberikan bantuan dan pendampingan langsung di tempat. Layanan face recognition ini saat ini baru tersedia di Stasiun Medan dan diperuntukkan khusus bagi pelanggan kereta api jarak jauh.