Pencarian

AI Sudah Sampai di Medan: Profesi Apa Saja yang Bakal Punah?

Sabtu, 07 Februari 2026 • 10:46:03 WIB
AI Sudah Sampai di Medan: Profesi Apa Saja yang Bakal Punah?
Mesin kasir otomatis mulai menggantikan kasir tradisional di pusat perbelanjaan Medan.

Medan - Lae, Kak, buat kalian yang tinggal di Medan dan sekitarnya, siap nggak menghadapi era AI? Jangan kira teknologi kecerdasan buatan itu cuma ada di film-film Hollywood atau di negara maju saja. Lihat saja sekarang, di Sun Plaza atau Centre Point sudah ada mesin kasir otomatis. Di tol Medan-Tebing Tinggi juga sudah pakai e-toll semua kan?

Ini baru awal, lae! Mari kita bahas profesi-profesi apa saja yang mulai terancam hilang karena AI.

Profesi-Profesi yang Mulai Tergeser

1. Juru Parkir dan Petugas Parkir Manual

Coba perhatikan di mall-mall besar Medan seperti Cambridge atau Plaza Medan Fair, sistem parkir otomatis dengan sensor dan pembayaran digital sudah mulai diterapkan. Berapa lama lagi abang-abang tukang parkir kita bisa bertahan?

2. Kasir Minimarket dan Toko

Self-checkout atau kasir otomatis sudah ada di beberapa retail modern. Indomaret dan Alfamart juga lagi uji coba sistem tanpa kasir. Padahal kasir ini salah satu pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Medan.

3. Staf Admin yang Kerjanya Cuma Input-Input Data

Buat yang kerja kantoran, kalau sehari-hari cuma input data ke Excel atau entry dokumen terus, mulai waspada lah. Software AI sekarang bisa baca ribuan dokumen dan input data sendiri dalam hitungan menit. Cepat bah!

4. Customer Service Bank dan Provider Telekomunikasi

Pernah telepon ke bank BRI, Mandiri, atau provider Telkomsel? Yang jawab sekarang bukan orang lagi, tapi robot suara. Kalau pertanyaannya standar-standar saja, AI sudah bisa handle 24 jam nonstop tanpa lelah.

5. Driver Ojol dan Sopir Angkot - Masa Depannya Gelap

Meskipun masih lama, mobil dan motor self-driving (tanpa sopir) sedang dikembangkan pesat. Grab dan Gojek yang sekarang jadi andalan mungkin suatu hari nanti jadi armada robotik. Angkot legendaris Medan juga bisa terancam.

6. Wartawan Berita Sederhana

Untuk berita-berita rutin seperti "Harga bawang di Pajak Ikan naik 30%" atau "PSMS Medan menang 3-1", AI sudah bisa nulis otomatis berdasarkan data. Wartawan yang cuma copas berita atau nulis berita faktual tanpa investigasi bakal kesulitan.

7. Guru Les Pelajaran Biasa

Aplikasi belajar online dengan AI tutor seperti Ruangguru, Zenius, atau bahkan ChatGPT bisa jawab PR matematika, fisika, kimia kapan saja gratis. Guru les yang cuma ngajarin cara kerjain soal standar mulai kehilangan murid.

8. Tukang Foto Pas Foto

Sekarang sudah ada aplikasi yang bisa bikin pas foto sendiri dengan background otomatis, ukuran standar, tinggal print. Studio foto kecil di sekitar kampus USU atau UNIMED mulai sepi pelanggan.

9. Jasa Ketik dan Pengetik

Dulu di sekitar kampus atau Jalan Gatot Subroto banyak jasa ketik skripsi, proposal, surat. Sekarang? Hampir punah total. Semua orang bisa ngetik sendiri, malah AI bisa ketik otomatis dari suara kita (voice typing).

10. Akuntan Junior yang Cuma Bisa Pembukuan Dasar

Software akuntansi seperti Accurate, Jurnal, atau Zahir sudah otomatis catat transaksi, bikin laporan keuangan, bahkan lapor pajak online. Akuntan yang cuma bisa input debit-kredit manual akan tersisih.

11. Translator Teks Sederhana

Google Translate dan aplikasi AI translator lainnya makin canggih. Penerjemah untuk teks-teks sederhana atau dokumen standar mulai kehilangan klien.

12. Operator Telepon Kantor

Sistem IVR (tekan 1 untuk sales, tekan 2 untuk CS) dan AI voice assistant sudah menggantikan operator telepon di banyak perusahaan besar di Medan.

Tapi Jangan Langsung Stres!

Kabar baiknya: AI tidak bisa menggantikan SEMUA aspek pekerjaan manusia, terutama yang butuh sentuhan personal.

Yang tetap dibutuhkan:

  • Kreativitas dan inovasi (AI cuma ikutin pola yang ada)
  • Empati dan kecerdasan emosional (AI kan gak punya hati)
  • Kemampuan negosiasi dan persuasi yang kompleks
  • Keputusan yang melibatkan etika dan nurani
  • Pekerjaan yang butuh trust dan relationship building

Contoh profesi yang masih aman:

  • Dokter dan perawat (meski AI bantu diagnosis, pasien tetap butuh sentuhan manusia)
  • Guru yang inspiratif dan mentor (bukan cuma ngasih tahu rumus)
  • Designer grafis dan content creator kreatif
  • Chef dan koki (masakan Nasi Padang Garuda atau Soto Kesawan mana bisa AI tiru rasanya!)
  • Lawyer untuk kasus-kasus rumit
  • Psikolog dan konselor
  • Influencer dan public figure dengan personal branding kuat
  • Pengusaha kuliner khas Medan (Bika Ambon, Durian Pancake, dll)

Yang Harus Kita Lakukan Mulai Sekarang

1. Upgrade Skill Terus Jangan puas dengan kemampuan sekarang. Ikuti pelatihan, kursus online (banyak yang gratis di YouTube atau Coursera!), atau belajar otodidak.

2. Belajar Menggunakan AI Daripada takut digantikan AI, lebih baik belajar pakai AI untuk meningkatkan produktivitas. Gunakan AI sebagai tools, bukan kompetitor.

3. Asah Soft Skills Komunikasi, leadership, problem-solving, critical thinking, public speaking - ini semua tidak bisa digantikan mesin.

4. Jadi Spesialis, Bukan Generalis Jangan cuma bisa sedikit-sedikit dari semua. Jadilah ahli di bidang tertentu yang susah ditiru AI.

5. Bangun Personal Branding Di era digital ini, orang beli dari orang yang mereka kenal dan percaya. Bangun reputasi dan network yang kuat, terutama di media sosial.

6. Diversifikasi Sumber Penghasilan Jangan cuma andalkan satu sumber income. Punya side hustle atau usaha sampingan itu penting banget sekarang.

Pesan untuk Kawan-Kawan di Medan

Perubahan memang bikin deg-degan, tapi mau nggak mau sudah di depan mata. Pilihan ada di tangan kita: mau jadi korban perubahan atau justru memanfaatkan perubahan untuk maju lebih pesat.

Seperti kata pepatah Batak: "Alai holan dohot hagabeon" (Asal ada usaha dan kerja keras, pasti ada jalan). Zaman berubah, kita harus ikut adaptasi!

Jangan sampai kita tertinggal, Lae! Medan adalah kota besar, kita harus siap bersaing nggak cuma dengan sesama warga Medan, tapi juga dengan teknologi dan bahkan dengan pekerja dari luar negeri.

Mulai dari sekarang, investasi terbesar adalah investasi untuk diri sendiri: ilmu pengetahuan, skill, dan mental yang kuat.

Pertanyaan buat Anda: Kerja apa sekarang? Sudah siap menghadapi tantangan AI? Share pengalaman atau pendapat Anda di kolom komentar yuk!


#AIdiMedan #MasaDepanKerja #MedanMaju #SumutBerkembang #GenerasiDigital #KawanMedan

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks