Ramadhan 1447 H, Saatnya Pererat Solidaritas dan Persaudaraan Bangsa

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 20 Februari 2026 | 11:26:03 WIB

Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkokoh kesalehan sosial di tengah masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas ibadah secara pribadi, Ramadhan juga diharapkan mampu mempererat harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat Sumut. Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi, menyampaikan bahwa Ramadhan seharusnya membawa dampak luas, tidak hanya dirasakan secara individual, tetapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan sebagai satu bangsa.

Ia turut mengajak masyarakat menyikapi adanya perbedaan penetapan awal Ramadhan tahun ini dengan sikap dewasa dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Menurutnya, perbedaan tersebut merupakan bagian dari keberagaman bangsa Indonesia yang harus diterima sebagai rahmat.

Qosbi menekankan agar perbedaan tidak menjadi pemisah, melainkan menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kualitas diri. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keharmonisan serta memperkuat solidaritas sosial selama bulan puasa.

Teladan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai sosok paling dermawan, khususnya di bulan Ramadhan, diharapkan menjadi inspirasi. Ramadhan pun diminta menjadi momentum untuk memastikan keberkahan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Pihak Kanwil Kemenag Sumut berharap Ramadhan kali ini mampu melahirkan pribadi yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mereka pun menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dan doa agar seluruh amal ibadah diterima serta membawa keberkahan bagi Indonesia.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin sidang isbat di Jakarta.

Keputusan ini berbeda dengan penetapan Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadhan sehari lebih awal, yakni Rabu, 18 Februari 2026, karena perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Reporter: Sutomo
Back to top