DELISERDANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah di masa depan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari kualitas pertumbuhan generasi mudanya. Hal ini mendasari seruan Wakil Gubernur Sumut, Surya, untuk memperluas jangkauan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencakup ibu hamil dan balita.
Pernyataan tersebut disampaikan Wagub Surya saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Deli Serdang, Senin (16/2).
Wagub Surya menekankan bahwa asupan gizi yang cukup merupakan fondasi utama bagi anak-anak agar dapat berpikir lebih kuat dan belajar lebih baik. Menurutnya, program MBG adalah langkah konkret dalam mewujudkan visi "Sumut Berkah" yang unggul dan berkelanjutan.
"Kualitas daerah 20 tahun mendatang ditentukan oleh bagaimana anak-anak kita tumbuh hari ini. Generasi yang kuat akan membangun bangsa yang kuat," ujar Surya di hadapan para undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi melalui empat langkah strategis:
Kemandirian Pangan: Mengutamakan bahan pangan lokal agar dampak ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat daerah.
Standar Kualitas: Memastikan makanan yang diberikan tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi memenuhi standar kesehatan.
Transparansi Pengawasan: Melakukan kontrol bersama secara terbuka dan berkelanjutan.
Akselerasi Infrastruktur: Mempercepat ketersediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh pelosok Sumatera Utara.
Senada dengan Wagub, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut MBG sebagai investasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa perkembangan manusia sangat bergantung pada tiga fase krusial: masa dalam kandungan, masa keemasan (golden age) hingga usia lima tahun, serta masa pertumbuhan sekolah.
"Ketika MBG menyasar ibu hamil dan menyusui, kita sedang menjaga masa golden age. Ini adalah investasi luar biasa bagi kecerdasan bangsa," tutur Abdul Mu’ti.
Peresmian SPPG UMSU ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha untuk memastikan tidak ada lagi anak di Sumatera Utara yang kekurangan gizi.