Kebutuhan Tenaga Kerja Jepang Melejit di 2026, Gubernur Sumut Siapkan Pelatihan Skill Intensif

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 10 Februari 2026 | 13:24:02 WIB
Gubernur Bobby Nasution mendukung program magang pemuda Sumut ke sektor pertanian Jepang.

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, memberikan dukungan penuh terhadap program magang putra-putri daerah ke Jepang. Program ini dipandang sebagai solusi strategis untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki etos kerja tinggi, tetapi juga daya saing di level internasional.

Dukungan tersebut ditegaskan saat menerima audiensi perwakilan OSHiN Tekno dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mori Centre di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Medan, Senin (9/2/2026).

Gubernur Bobby Nasution menekankan bahwa pengiriman tenaga kerja ke luar negeri bukan sekadar mencari nafkah, melainkan misi "jemput ilmu". Ia ingin para peserta magang membawa pulang keterampilan teknis untuk diaplikasikan di Sumatera Utara.

“Saya sangat mendukung. Kita boleh mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tetapi itu bukan solusi utama. Yang paling penting adalah mereka membawa pulang ilmu, pengalaman, dan keterampilan untuk membangun daerah asal,” tegas Bobby.

Pihak OSHiN Tekno mengungkapkan bahwa Jepang tengah menghadapi kekurangan tenaga kerja besar-besaran, terutama mulai tahun 2026. Kondisi ini menjadi peluang emas bagi pemuda Sumut untuk mengisi posisi di sektor-sektor produktif.

Aspek Kerja SamaDetail Informasi
Sektor PrioritasPertanian dan Perkebunan
Target Peserta1.000 Pemuda asal Sumatera Utara
Basis Organisasi3.000 Perusahaan di bawah organisasi penerima kerja di Jepang
Fokus LokasiWilayah Osaka dan sekitarnya

Perwakilan OSHiN Tekno, Muhammad Khaidar, berharap Gubernur Bobby Nasution dapat hadir langsung di Jepang untuk bertemu dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka. Kehadiran pemimpin daerah dinilai akan memberikan dampak psikologis yang besar dalam meningkatkan kepercayaan perusahaan Jepang terhadap kualitas tenaga kerja asal Sumut.

“Perekrutan tenaga kerja asal Sumut saat ini masih tertinggal dibandingkan daerah lain. Kehadiran langsung Bapak Gubernur di Jepang kami yakini dapat meyakinkan perusahaan pemberi kerja untuk menerima lebih banyak peserta dari Sumut,” ujar Khaidar.

Menanggapi hal tersebut, Pemprov Sumut melalui dinas terkait akan mulai mempersiapkan pelatihan keterampilan yang intensif. Tujuannya agar setiap peserta yang dikirim memiliki kompetensi yang presisi sesuai dengan kebutuhan industri di Negeri Sakura tersebut.

Reporter: Redaksi
Back to top