MEDAN — Harga rata-rata TBS kelapa sawit di 15 daerah penghasil Sumut pekan ini tercatat Rp 3.435/kg, naik dari pekan lalu yang sebesar Rp 3.300/kg. Kenaikan ini masih belum merata di semua wilayah, dengan selisih harga antarkabupaten mencapai lebih dari Rp 600/kg.
Madina Puncak, Labura Jadi yang Terendah
Petani di Mandailing Natal menjadi penerima harga tertinggi pekan ini, yakni Rp 3.435/kg. Sebaliknya, harga terendah masih bertahan di Labuhanbatu Utara (Labura) yang hanya Rp 2.800/kg.
Secara umum, rentang harga TBS di Sumut pekan ini bergerak dari Rp 2.800 hingga Rp 3.435/kg. Pekan lalu, rentang harga masih di kisaran Rp 2.800 hingga Rp 3.300/kg.
Fluktuasi CPO Global Masih Bayangi Petani
Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap, mengatakan pergerakan harga pekan ini tidak terlalu signifikan. Ia menambahkan, harga TBS di tingkat petani belum mampu stabil di level Rp 3.000-an per kilogram.
“Harganya tidak terlalu banyak perubahan dibandingkan dengan pekan lalu,” kata Gus di Medan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Gus, kondisi ini tidak terlepas dari fluktuasi harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional yang masih menjadi acuan utama.
Berikut Harga TBS di 15 Kabupaten/Kota di Sumut Pekan Ini:
- Langkat: Rp 3.115/kg
- Deli Serdang: Rp 2.950/kg
- Serdang Bedagai: Rp 3.320/kg
- Simalungun: Rp 2.900/kg
- Batubara: Rp 2.870/kg
- Asahan: Rp 2.850/kg
- Labuhanbatu Utara: Rp 2.800/kg
- Labuhanbatu: Rp 2.900/kg
- Labuhanbatu Selatan: Rp 2.900/kg
- Padanglawas Utara: Rp 3.240/kg
- Padanglawas: Rp 3.250/kg
- Tapanuli Selatan: Rp 2.950/kg
- Tapanuli Tengah: Rp 2.860/kg
- Mandailing Natal: Rp 3.435/kg
- Pakpak Bharat: Rp 2.850/kg
Dari data tersebut, hanya empat kabupaten yang berhasil menembus harga di atas Rp 3.000/kg, yaitu Madina, Serdang Bedagai, Padanglawas Utara, dan Padanglawas. Sisanya masih bergulat di kisaran Rp 2.800 hingga Rp 2.950/kg.