MEDAN — IHSG kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Rabu (29/7/2026), ditutup melemah ke level 6.091,39. Pelemahan ini melanjutkan koreksi sehari sebelumnya, di mana indeks turun 0,89 persen ke posisi 6.130,58. Tekanan jual masih mendominasi, meskipun volume perdagangan mulai mengecil.
Saham Pemberat dari Indeks LQ45
Tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari pelemahan saham yang tergabung dalam indeks LQ45. Saham BUMI, MBMA, dan AMRT tercatat sebagai tiga emiten dengan penurunan terdalam dan menjadi pemberat utama pergerakan indeks. Kondisi ini membuat laju IHSG sulit beranjak dari tekanan.
Kenaikan Sejumlah Saham Menahan Penurunan Lebih Dalam
Meski mayoritas saham ditutup melemah, beberapa saham masih mampu mencatatkan kenaikan. Saham-saham di zona hijau ini membantu menahan agar IHSG tidak turun lebih dalam. Namun, dominasi tekanan jual membuat indeks tetap berada dalam tren konsolidasi.
Area Support dan Resistance yang Perlu Dicermati
Menurut analis, area 6.074–6.107 menjadi zona penting yang perlu dicermati sebagai level support atau area koreksi IHSG. Sementara itu, jika terjadi penguatan, indeks berpotensi menguji level 6.262–6.299 sebagai area resistance terdekat. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar dan aksi jual investor.