Pahlawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
SUMATERA UTARA — Performa Vozinha di Qatar menjadi salah satu kisah paling mengejutkan sepanjang turnamen. Ia menjelma tembok kokoh: Cape Verde hanya kalah sekali dalam lima laga — itupun di babak perpanjangan waktu melawan Argentina.
Puncak aksinya terjadi saat Cape Verde menahan imbang juara bertahan Spanyol. Vozinha menggagalkan 27 tembakan lawan, 16 di antaranya dari dalam kotak penalti. Gawangnya tetap perawan selama 90 menit, membawa Cape Verde mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar tanpa kekalahan di waktu normal.
Gaji Fantastis di Usia Senja
Penampilan gemilang itu langsung menarik perhatian Colo Colo. Klub yang bermarkas di Estadio Monumental itu menawarkan kontrak Rp410 juta per bulan — angka yang menjadikan Vozinha salah satu kiper termahal di Liga Chile.
Meski berusia 40 tahun, fisik Vozinha dinilai masih prima untuk bersaing di level tertinggi. Pengalaman dan ketenangannya di bawah mistar diyakini manajemen Colo Colo sebagai aset berharga, terutama di kompetisi domestik dan Copa Libertadores.
Perjalanan Cape Verde yang Bersejarah
Lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 merupakan pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Cape Verde. Negara kepulauan kecil di Afrika Barat itu hanya kalah dari Argentina melalui gol di extra time — hasil yang membuat mereka pulang dengan kepala tegak.
Kini, Vozinha memulai petualangan baru di Amerika Selatan. Colo Colo menjadi klub keempatnya setelah sebelumnya berkarier di Portugal, Turki, dan Uni Emirat Arab. Usia bukan penghalang; reputasinya justru semakin bersinar di panggung terbesar sepak bola dunia.