SUMATERA UTARA — Kendari, CNBC Indonesia - Tim Rescue Pos SAR Kolaka menemukan tiga orang yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah KLM Boine Bai Mole dihantam gelombang di perairan Kabupaten Bombana. Ketiganya ditemukan dalam kondisi hidup, masih berada di sekitar kapal yang posisinya setengah tenggelam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Amiruddin AS, menyatakan ketiga korban langsung dievakuasi begitu ditemukan.
"Selanjutnya korban dievakuasi ke pelabuhan syahbandar pomalaa," ujar Amiruddin.
Ketiganya tercatat sebagai warga Banggai. Rijan Lauke (54) merupakan nakhoda kapal, sementara dua kru masing-masing Umur Laode (33) dan Ridwan Lamanda (41).
Evakuasi berlangsung sekitar pukul 07.13 WITA, atau sembilan jam setelah kapal dilaporkan tenggelam. Petugas membawa mereka ke lokasi yang lebih aman sebelum diserahkan ke otoritas pelabuhan setempat.
KLM Boine Bai Mole berlayar dari Bulukumba menuju Luwuk pada Minggu (13/9/2026) dengan membawa tiga orang. Dalam perjalanan, kapal dihantam gelombang hingga tenggelam di perairan Bombana sekitar pukul 22.14 WITA.
Laporan kejadian itu diterima Basarnas Kendari, yang kemudian mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian. Operasi tersebut membuahkan hasil setelah ketiganya ditemukan selamat bersama kapal mereka.
Rute Bulukumba–Luwuk tergolong jalur pelayaran antarkabupaten yang kerap dilintasi kapal kayu pengangkut barang dan penumpang. Kondisi perairan di sekitar Bombana dikenal rentan gelombang tinggi, terutama pada musim peralihan.
Evakuasi ketiga korban ke Pelabuhan Syahbandar Pomalaa menandai berakhirnya operasi pencarian yang berlangsung sejak Minggu malam. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi catatan penting bagi keselamatan pelayaran rakyat di wilayah Sulawesi Tenggara, yang mengandalkan koordinasi cepat antara Basarnas, Pos SAR Kolaka, dan syahbandar setempat.