MUARO JAMBI — Kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Aur, Kabupaten Muaro Jambi, diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Tim gabungan terus bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan agar bara di bawah permukaan tidak kembali memicu kebakaran.
Penanganan dipimpin Karo Ops Polda Jambi Kombes Pol. Vendra Riviyanto, didampingi Dansat Brimob Kombes Pol. Budi Hidayat dan Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah. Rombongan bergerak ke lokasi setelah memeriksa kesiapan peralatan di Posko Manggala Agni, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pemeriksaan di posko mencakup Nozel SUNBUT atau Suntik Gambut serta Jet Shoter untuk penyemprotan. Tim juga memastikan kesiapan cairan X-Fire yang digunakan khusus membantu pemadaman kebakaran lahan gambut.
Setibanya di Desa Sungai Aur, personel mengecek langsung kawasan terdampak. Pemadaman dan pendinginan dilakukan menggunakan peralatan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Tim juga menguji penggunaan cairan X-Fire dengan perangkat Jet Shoter pada kawasan gambut terbakar. Metode itu dipakai sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan efektivitas pemadaman di lapangan.
Karakteristik lahan gambut membuat pemadaman tidak cukup sekali selesai. Bara bisa bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran meski api di permukaan sudah padam.
Karena itu, pendinginan menjadi bagian penting dalam operasi gabungan ini. Personel dikerahkan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali muncul.
Penanganan melibatkan personel TNI-Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Masyarakat Peduli Api. RPK PT JBP dan RPK PT BBS juga terlibat dalam operasi tersebut.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu.
"Penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu. Seluruh personel terus bergerak bersama instansi terkait memastikan api tidak kembali meluas," ujar Erlan dalam keterangan tertulis.
Erlan juga menyebut penggunaan suntik gambut, Jet Shoter, maupun cairan X-Fire sebagai bagian dari upaya mencari metode paling efektif. Keselamatan personel, percepatan pemadaman, dan pencegahan kebakaran meluas tetap menjadi prioritas.
Polda Jambi meminta masyarakat menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran selama kondisi lahan kering. Warga khususnya diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan menjadi kunci utama karena dampak karhutla dapat dirasakan masyarakat secara luas," ucapnya.