SUMATERA UTARA — Jeep akhirnya memulai produksi Recon pada 2026 setelah model ini diumumkan sejak 2022. Dalam sesi test drive perdana di Healdsburg, California, The Drive menemukan bahwa Recon Moab—varian peluncuran dengan harga US$ 66.995—adalah kendaraan off-road yang serius namun gagal menyembunyikan kelemahannya sebagai mobil harian.
Recon adalah Jeep listrik pertama yang menyandang label Trail Rated. Wagoneer S EV tidak ditawarkan dalam trim off-road, sehingga Recon otomatis menjadi satu-satunya SUV listrik Jeep yang dirancang untuk medan berat.
Recon seharusnya hadir sebagai model 2024. Penundaan terjadi setidaknya dua kali, dan produksi baru berjalan pada 2026. Platform yang digunakan adalah STLA Large—kini disebut STLA One—yang sama dengan Wagoneer S.
Dengan bobot 6.112 pon (2.772 kg), Recon bukan kendaraan ringan. Dua motor listrik 250 kW menghasilkan tenaga gabungan 670 hp dan torsi 620 lb-ft. Paket baterai 100,5 kWh berarsitektur 400 volt memberi jangkauan 222 mil untuk varian Moab, sementara varian Overland yang akan menyusul diklaim mencapai 240 mil.
Jeep membekali Recon Moab dengan perlindungan underbody nyaris menyeluruh. Sistem baterai dan kelistrikan kedap air dengan kemampuan fording 2 kaki (60 cm). Differential lock elektronik di poros belakang dioperasikan lewat tombol.
Dengan ban all-terrain 33 inci, sudut approach tercatat 33,8 derajat, breakover 23,3 derajat, dan departure 33,1 derajat. Angka ini memang di bawah Rubicon yang sudah dimodifikasi, tapi masih lebih baik dari Grand Cherokee Trailhawk yang hanya mengandalkan limited-slip differential dan skid plate.
Di jalan lurus, Recon terasa sangat cepat. Mode Sport mengantarkan sprint 0-60 mph dalam 3,6 detik. Namun begitu kecepatan naik, karakter kemudi menjadi floaty dan kurang presisi—konsekuensi dari ban berprofil agresif.
Mode regenerasi maksimal memungkinkan one-pedal driving yang efektif di tikungan. Sayangnya, tuning powertrain pada unit prototipe masih kasar. Transisi dari pengereman pedal ke regenerasi kerap memicu hentakan driveline, mirip kick saat downshift manual tanpa throttle blip yang pas.
Jeep menyiapkan rute khusus di kawasan hutan California. Sistem kamera Recon terbukti sangat membantu melewati tikungan sempit, bebatuan, dan pepohonan tumbang.
Obstacle pertama berupa parit lebar yang memamerkan stabilitas Recon berkat pusat gravitasi rendah dari baterai. Kemiringan 30 derajat tidak menimbulkan drama berarti. Water ford sedalam 17-18 inci juga dilalui tanpa masalah setelah sempat terdengar bunyi "clunk" saat drop-in.
Rock mode yang eksklusif untuk varian Moab mengaktifkan left-foot braking dan hill-holder. Kombinasi ini hampir meniru rasa gigi crawler. Pada batu basah, mode ini sangat disarankan karena Recon cenderung "kabur" jika hanya mengandalkan mode Sand/Mud tanpa regenerasi.
Pengujian mengungkap borosnya energi Recon di medan off-road. Kendaraan tes memulai hari dengan 88 persen baterai (180 mil). Setelah sesi off-road, sisa jangkauan tinggal 63 mil. Dengan regenerasi maksimal, beberapa mil berhasil "dikembalikan" saat meluncur turun ke jalan raya. Akhir hari menyisakan 38 mil atau 17 persen.
Dengan harga US$ 66.995, Recon Moab menawarkan tenaga 670 hp dan perlengkapan off-road serius. Namun nilai tersebut sulit dibenarkan ketika mobil sekelas Chevy Equinox EV, Hyundai Ioniq 5, atau Rivian menawarkan efisiensi dan pengalaman berkendara yang lebih utuh.
Jeep punya dua tahun untuk menyempurnakan Recon. Yang muncul justru kendaraan yang masih setengah jadi: kemampuan off-road mumpuni, tapi kompromi besar di jalan raya. Differential belakang yang cerdas dan mode berkendara elektrik yang inovatif menunjukkan potensi yang belum dieksplorasi maksimal. Rubicon versi listrik mungkin masih menjadi jawaban yang lebih baik.